Rabu, 09 Maret 2011

The Power Supply Guide

Melihat banyaknya pertanyaan2 tentang PSU, dan tempat bertanya-nya merupakan sebuah thread yang sudah ter-derail kemana2, saya memutuskan membuat thread ini supaya semua diskusi dan pertanyaan2 yang ada tentang PSU tertata rapi di satu thread ini.

Pernyataan "PSU merupakan jantung komputer" sudah
menjadi klise bagi penggemar hardware komputer. Tapi bahkan dengan pengetahuan itu pemilihan PSU seringkali menjadi permasalahan tersendiri.
Performa PSU tidak dapat dinyatakan dengan eksak seperti hardware komputer lain, misalnya CPU atau Videocard. Satu-satunya indikator yang terlihat jelas adalah wattage. Ini menyebabkan pembeli yang awam memilih PSU hanya berdasarkan wattage yang tertera pada label saja. Padahal label yang tertera pada PSU tidak bisa menunjukkan performa dan kualitas PSU tersebut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih PSU diantaranya:


1. Kebutuhan daya

Berapa Watt PSU yang anda butuhkan? Hal ini seringkali dilupakan dalam pemilihan PSU. Sebagian besar pengguna PC, termasuk gamer, dapat memenuhi kebutuhan daya PCnya dengan menggunakan PSU 400-500W. Tapi penggunaan peripheral tambahan, misalnya harddisk, VGA card, prosesor multicore, CCFL, dan kipas pendingin bisa meningkatkan kebutuhan daya PC secara signifikan.

Jadi berapa Watt-kah PSU yang harus anda beli? Ini bisa dihitung dengan menggunakan kalkulator PSU online yang terdapat di
sini.

Selain itu juga perhitungan daya dapat dilakukan secara manual, dengan menjumlahkan nilai TDP masing-masing komponen PC dan mengalikannya dengan minimal 1,2 (semakin besar semakin aman, tapi sebaiknya jangan lebih dari 3)
untuk menjaga kestabilan daya dan umur PSU.

2. Rated Power vs Real Power

Seringkali pabrikan PSU -terutama PSU generik- memberikan rating wattage yang berlebihan kepada PSUnya. Misalkan PSU yang hanya mampu menyediakan daya sebesar 250W diberikan rating 500W oleh produsennya untuk menarik pembeli.

Bagaimana mengetahui real
power suatu PSU? Sebagian PSU menampilkan dua macam rating di labelnya, misalkan peak power dan real power. Sebagian lainnya langsung menampilkan real power pada labelnya, ini biasanya dilakukan oleh produsen PSU yang berkualitas. Sisanya meletakkan label sesukanya. Golongan yang terakhir ini sangat berbahaya, karena PSU yang tidak mampu menyediakan daya yang dibutuhkan PC akan rusak, bahkan kemungkinan dengan letupan dan lonjakan daya yang bisa merusak peripheral PC lain.

3. Kestabilan Voltase

PC memiliki tiga jalur voltase utama ke PSU, yaitu 3,3V; 5V; dan 12V. Rail 3,3V digunakan oleh motherboard, rail 5V digunakan oleh beberapa peripheral lama, berbagai fungsi motherboard, dan USB. Rail 12V merupakan rail yang paling banyak dibebani di PC modern, CPU, VGA card, harddisk, dan Optical drive menggunakan rail ini. Karena itu seringkali rail 12V menjadi mayoritas dari total daya yang dapat disediakan PSU.

Semakin besar penggunaan daya PC, seringkali nilai voltase masing-masing rail turun. Ini wajar dan tidak menjadi masalah selama tidak keluar dari spesifikasi ATX sebagai berikut:

+5 VDC dalam range +4.75 V hingga +5.25 V
+12 VDC dalam range +11.40 V hingga +12.60 V
+3.3 VDC dalam range +3.135 V hingga +3.465 V

Apabila voltase yang diberikan PSU melebihi range tersebut, peripheral PC dapat mengalami kerusakan bahkan terbakar. Apabila voltase kurang dari range tersebut, peripheral bisa kekurangan daya dan mengalami gangguan.


4. Ripple

PSU PC merupakan alat yang mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC). Dalam proses tersebut, terdapat efek samping berupa variasi voltase output. Ini tidak dapat dihindari, tapi bila tidak diperhatikan, dapat mempengaruhi umur peripheral PC. Spesifikasi ATX menetapkan nilai ripple maksimum sebesar 50mV pada 3,3 Volt dan 120mV pada 12V.

5. Efisiensi

Dalam proses perubahan dari arus AC menjadi arus DC, sebagian daya yang masuk ke PSU dibuang sebagai panas. Idealnya jumlah daya yang terbuang mendekati nol, akan tetapi hal ini tidak mungkin. Perbandingan antara daya yang keluar dari PSU dengan daya yang masuk dinamakan efisiensi. Efisiensi yang tinggi berarti penggunaan daya dan panas yang relatif lebih sedikit dari PSU.

Suatu organisasi yang bernama 80plus memberikan sertifikasi kepada PSU yang memiliki efisiensi 80% ke atas. Sertifikasi ini berguna untuk membantu memilih PSU yang memiliki efisiensi tinggi. Sampai saat ini terdapat 5 macam sertifikasi yang sudah diterbitkan yaitu:


=========================================

Jadi bagaimana cara mengetahui PSU yang memenuhi kriteria di atas? Sayangnya satu-satunya cara adalah dengan membaca review PSU yang anda incar. Dalam memilih review pun tidak bisa sembarangan. Seringkali review yang ada hanya mengetes voltase rail PSU dengan dibebani PC, tanpa memperhatikan ripple, efisiensi, maupun kemampuan PSU tersebut untuk menyediakan daya yang tertera di labelnya. Review seperti itu belum memberikan gambaran keseluruhan sebuah PSU. Berikut situs-situs yang menyediakan review PSU secara keseluruhan dan mendalam:


* AnandTech

* CanardPC
* Clube do Hardware
* HardwareHeaven
* Extreme Overclocking
* HardOCP
* HardwareLogic
* JonnyGURU
* Overclock3D
* PC-Experience
* PC-Max
* PC Perspective
* Planet3dnow
* SPCR
* Sweclockers
* Technic3D
* TheLab.gr
* The Tech Report
* X-bit labs
(diambil dari tulisan Gabriel Torres di sini)

Tentunya sulit dan membutuhkan banyak waktu untuk menyempatkan diri mencari PSU yang berkualitas dan sesuai kebutuhan dengan membaca review, karena itu dalam post selanjutnya saya (dibantu teman-teman forum) akan mencoba mengkategorisasikan PSU yang beredar di pasaran Indonesia menurut perkiraan kualitasnya.



Single atau multiple rail?

Banyak power supply di pasaran saat ini mempromosikan fitur 'single rail' dengan menyatakan bahwa PSU multi rail tidak dapat memberikan daya penuh. Begitu juga PSU multi rail yang menyatakan bahwa PSU single rail tidak aman dan dapat menyebabkan kerusakan parah apabila terjadi short.

Yang mana yang benar? Kedua pendapat di atas ada benarnya.


PSU Single rail memang memudahkan distribusi daya ke PC, konsumen tidak perlu memilah2 komponen mana yang akan ditopang oleh rail mana. Ini sedikit banyak tentunya memudahkan dalam proses perakitan PC dan menjamin bahwa rail yang digunakan lebih dari cukup untuk menopang komponen-komponen yang ada.


Sementara PSU multirail dibuat untuk menjamin keamanan komponen PC. Dengan rail yang lebih kecil apabila terjadi short maka OCP di rail tersebut akan memutus daya. Ini bisa dianggap sebagai fitur atau sebagai gangguan. PSU multirail dengan jumlah rail yang banyak dan kapasitas rail kecil seringkali mempersulit dalam membagi daya ke komponen, terutama dalam penggunaan multiple video card. Tapi dengan pembagian rail yang benar daya yang diberikan ke PC juga tidak kalah stabilnya dengan PSU single rail.


Untuk sebagian besar orang, PSU single rail maupun multirail tidak ada pengaruhnya. Lebih utama memilih PSU yang mampu memberikan daya yang bersih ke PC.


Jonny Gerow membuat FAQ tentang PSU single dan multi rail di sini:

http://www.jonnyguru.com/forums/show...85&postcount=1



Power Factor (Correction)


Dalam penggunaan listrik arus bolak balik, perhitungan daya tidak selalu didapatkan dengan mengalikan voltase dengan arus. Kita juga menambahkan faktor pengali yang menunjukkan penggunaan daya sebenarnya suatu alat. Faktor daya untuk peralatan seperti pemanas, panggangan roti, bohlam filamen dan sebagainya mendekati 1, sehingga perbedaan antara daya semu dan daya sebenarnya sangatlah kecil. Sementara faktor daya untuk peralatan seperti PSU dalam PC seringkali jauh dari ideal.


Harap diingat bahwa konsumen rumahan tidak dibebani menurut penggunaan daya semu, sehingga faktor daya yang kurang bagus di rumah anda tidak akan menyebabkan meningkatnya tagihan listrik.


Kalau begitu kenapa kita perlu memperhatikan Faktor daya pada PSU? Karena beberapa peralatan seperti UPS dan stabilizer memiliki rating berupa apparent power, bukan real power. Apabila Stabilizer/UPS anda memiliki rating sebesar 600VA dan PSU anda memiliki power factor sebesar 0,75; maka daya yang dapat diberikan UPS tersebut adalah sebesar 450W (Mengasumsikan rating tersebut jujur dan mengabaikan kapasitas baterai).


PSU yang beredar di pasaran sekarang ini sebagian besar sudah memiliki fitur PFC, atau Power Factor Correction. Fitur ini terbagi menjadi 2, yaitu Active PFC dan Passive PFC. Active PFC dapat mengoreksi faktor daya hingga 0,99. Passive PFC hanya dapat mengoreksi faktor daya hingga 0,75. PSU tanpa fitur PFC memiliki faktor daya berkisar antara 0,55-0,65.


Banyak orang yang sering menyalahartikan faktor daya sebagai efisiensi. Penggunaan PFC di PSU tidak akan menurunkan penggunaan daya, bahkan APFC memerlukan daya tambahan untuk beroperasi.


OEM

Sebagian besar 'produsen' PSU tidak memproduksi PSU mereka sendiri, misalnya XFX dan PC Power and Cooling yang menggunakan produk dari Seasonic, dan FSP yang produknya dijual dengan berbagai merk lain.

Kualitas sebuah PSU tidak bisa ditentukan secara pasti dari OEMnya, akan tetapi hal ini bisa dijadikan gambaran apabila tidak ada review yang memadai. Misalnya produk dari seasonic kemungkinan besar jauh lebih aman dibeli dibanding produk Leadman/Deer (saya ngga yakin akan ada manufaktur yang dengan bangga mencantumkan Leadman/Deer sebagai produsen PSUnya, but it works as an example). Tapi harus diingat kembali seperti yang saya bilang di awal paragraf ini, itu bukan jaminan kualitas.


Bagaimana cara mengetahui OEM suatu PSU? Untuk PSU yang sudah kita miliki kita bisa mencari nomor UL di stiker PSU dan memasukannya ke
link ini. Apabila kita ingin mengetahui OEM PSU yang ingin kita beli kita bisa mencari merk PSU yang diinginkan di link-link berikut:
http://www.indowebster.web.id/showth...t=56389&page=1

http://www.jonnyguru.com/modules.php...ory&ndar_id=24

http://whirlpool.net.au/wiki/PSU_manufacturers

Kategori Rekomendasi PSU di pasaran Indonesia

Kategori 1
PSU yang masuk kategori ini merupakan PSU yang kualitasnya sudah terjamin. Untuk masuk ke kategori ini dibutuhkan dukungan berupa review PSU mendalam (diutamakan yang mendapatkan award) dari salah satu site yang saya sebutkan di atas. Persyaratan untuk masuk kategori ini diantaranya memenuhi spesifikasi ATX dengan jarak yang cukup jauh. Walaupun tidak mengikat, kestabilan rail sebesar maks 3% dan ripple sekitar 60% dari maksimum bisa menjadi guideline PSU kategori ini. Efisiensi 80+ white juga menjadi rekomendasi untuk PSU dalam kategori ini.
Berikut PSU yang masuk dalam kategori 1:

Kategori 2
PSU yang masuk kategori ini memberikan kualitas yang cukup baik, kemungkinan juga dengan harga yang lebih murah. Untuk masuk kategori ini juga dibutuhkan review mendalam dari site-site di atas, namun requirementnya tidak seketat Kategori 1. Selama tidak ada elemen yang keluar dari spesifikasi ATX PSU tersebut bisa masuk kategori ini. Efisiensi 80+ white juga direkomendasikan di kategori ini.
Berikut PSU yang masuk dalam kategori 2:

Kategori 3
PSU yang masuk kategori ini telah di review dan memiliki kekurangan minor sehingga tidak dapat masuk kategori 2. Kekurangan yang dimaksud misalnya keluarnya nilai voltase salah satu rail atau ripple dari spesifikasi ATX pada saat 100% load.
Berikut PSU yang masuk dalam kategori 3: 

  • Antec TruePower Quattro 850W & 1000W [review] [review] [review] (Beberapa elemen out of spec, walaupun menurut review dari jonnyguru bisa masuk kategori 1.)
  • FSP Epsilon Series [review] [review] [review] (berbagai keanehan dalam stabilitas rail, ripple out of spec di model 800W dan 900W.)
  • OCZ ModXstream 400W [review] (Ripple 3.3V & 5V out of spec)
  • Silverstone Decathlon DA650 [review] (5v out of spec)
  • SilverStone Strider SST-ST1200 [review]
  • Thermaltake Tougpower 850W [review] (ripple out of spec di load 100% walaupun sisanya OK)
  • XFX XXX 650W [review] [review] [review] (review simpang siur, di review bit-tech rail 5V out of spec, di OCClub ripple tinggi walaupun in spec. Di HardwareSecrets memenuhi persyaratan kategori 1.)
Kategori 4
PSU yang masuk kategori ini memiliki defect yang cukup mengganggu dalam menjalankan fungsinya atau memiliki label yang tidak sesuai dengan performa sebenarnya.

  • AcBel Ipower 660 [review] (Sensitif dengan suhu, di suhu ruangan tidak bisa menyediakan daya maksimum. Ripple 12V cukup tinggi walaupun semua reading in spec)
  • Thermaltake TR2 RX 750 [review] (Tidak bisa menyediakan daya sesuai label)
  • Thermaltake TR2 430W/Thermaltake Purepower NP 430W [review](Tidak bisa menyediakan daya sesuai label)

Kategori 5
Hindari PSU yang masuk ke kategori ini. kenapa? Karena ini, ini, ini, ini, dan ini
  • Epro (All models)
  • Mentari (All models)
  • Mustiff 800W
  • PowerLogic case bundled
  • Simbadda 380W, 450W, case bundled
  • Xtreem (All Models)
Uncategorized
Kategori ini diisi PSU yang sudah direview dengan load tester walaupun ada persyaratan seperti ripple yang belum terpenuhi. Atau PSU yang cukup terkenal di kalangan pengguna walaupun belum memiliki review yang kuat.

  • FSP Blue Storm Pro (belum ada backing review yang kuat)
  • FSP Everest (belum ada backing review yang kuat)
  • FSP SAGA II (belum ada backing review yang kuat)
  • ICute (All Models)
  • Muscle Power Wayang Series (belum ada backing review yang kuat)
  • Mushkin XP-650 [review] (Efisiensi kurang bagus, voltage regulation solid, belum ada ripple test.)
  • Scythe Kamariki 4 650W [review] (no ripple test)
  • Silverstone Olympia OP650 [review] (no ripple test)
  • SilverStone Strider SST-ST50F-230 [review]
  • Speedpower all series [review] (belum ada backing review yang kuat)
  • Tagan Piperock I 500W [review] (no ripple test)
  • Tagan StoneRock Series
  • VenomRX (All Models)
 Persyaratan review yang memenuhi untuk masuk ke kategori 1 dan 2.
  • Menggunakan load tester, misalkan produksi Sunmoon atau Chroma (Tidak mengikat, load tester home made diizinkan selama mampu memberikan load sebesar 100% rating PSU). Ini digunakan untuk memastikan pengujian PSU dilakukan hingga rating maksimum PSU untuk menjamin kemampuan PSU menyediakan daya pada labelnya..
  • Menggunakan Oscilloscope untuk pembacaan ripple.
  • Pengujian efisiensi pada ketiga poin pengujian 80+, yaitu 20%, 50%, dan 100%.

0 komentar:

Posting Komentar